See myblog

Another Language

Monday, September 17, 2018

Pencuri

Tetapi rumahmu tidak berpintu. Lalu bagaimana caranya aku masuk? Jika aku pencuri aku akan masuk lewat jendela rumahmu. Mencuri percakapan tengah malam yang membuatku tidak ingin cepat terlelap.

Tetapi rumahmu tidak berwarna, tidak ada hijau di pekarangannya. Hanya ada putih, hitam dan abu-abu. Lalu bagaimana caranya kamu mewarnai hidupku? Buku gambar saja aku tidak bisa memenuhi halamannya.

Tetapi rumahmu tidak bertuan, tidak mengharapkan tamu yang datang. Lalu bagaimana aku mengajakmu berkenalan? Aku tidak bisa duduk menikmati hiruk pikuk kota sambil minum secangkir teh hangat.

Tetapi rumahmu tidak berhati. Lalu bagaimana caranya aku mencuri hatimu? Bagaimana aku bisa lancar berkata-kata jika kamu tidak memberiku perhatianmu? Bagaimana kamu tahu rumahku punya hati jika kamu hanya sekedar mampir, bersenang-senang lalu pulang? Bagaimana kamu tahu tentangku, obrolan panjang di depan rumah hanya tentang kamu.

Friday, September 7, 2018

Rimba

Pohon tidak meneduhkan, air pun tidak mengalir. 

Tidak lagi tempat berteduh untuk gadis kecil tertawa,
atau saat gadis kecil merasa kesepian.
Tidak ada tempat untuk kehangatan jika hujan,
atau teduh saat terik.

Air tidak menenangkan, alirannya tidak beraturan,
berkelahi, menjauh, pergi. Kalah atau menang?
Gadis kecil tidak tahu, hanya ada tanda titik yang menyudahi
dari pada teriakan menggema.

Lalu untuk apa pohon dan air itu?

Jika dibawah pohon tidak rindang dan suara air tidak menenangkan lagi.

Thursday, September 6, 2018

Jam

Di jam padat, aku tidak terburu-buru karena aku sibuk menghitung detik demi detik jam yang berdetik. Pelan. Satu jadi dua. Dua jadi tiga.

Sepuluh jadi enam puluh.

Kembali jadi satu.

Di jam santai, aku terburu-buru karena aku lupa waktu untuk pulang. Hpku berdering, alarmku berbunyi. Satu jadi dua. Dua jadi tiga.

Sepuluh jadi enam puluh.

Kembali jadi satu.

Monday, September 3, 2018

Di sini sayang,

Semakin aku tahu semakin aku ragu,
semakin aku tahu semakin aku tidak tahu
semakin aku tahu semakin aku takut

Di sini sayang,

Tidak ada yang tahu
tidak ada yang mau
tidak ada yang peduli

Di sini sayang,

Aku tidak pernah pulang ke rumah
raga yang melelahkan jiwa
dan satu persatu manis
hilang di gegoroti

Di sini sayang,
aku mencarinya ke mana-mana
ke sudut rumah, ke pelosok bumi yang bulat

tidak ada pula di kedua kedua matamu.