See myblog

Another Language

Friday, April 20, 2018

Besok ku pergi ke Bandung

Aku tahu kita berbeda
yang aku punya di dinding kamarku adalah salib
di luar kamar ada lukisan Dewi Quan In
sedang teman kantorku melakukan sholat ke masjid terdekat
setiap hari Jumat

Aku bertemu banyak teman baru
di perjalananku menuju kota Bandung
aku bertanya tentang kepercayaannya
dan kami pun bertukar cerita

Ada cara yang berbeda
di ucapan doaku dengan doamu
atau saat kita merasakan kehadiran Pencipta
tetapi itu bukan penghalang untuk saling mengenal
dan menjadi teman
atau bersahabat

Lalu tentang negeri kita Indonesia
bumi yang kita pijak
dan langit yang sama-sama kita junjung
yang beraneka suku bangsa
bahasa dan kepercayaan

Ada yang ingin memecah belah persatuan!
Perpecahan di dalam bangsa ini menakutkan
adu domba berujung mengerikan
mengatasnamakan agama demi kepentingan kelompok
berpengetahuan sempit tapi ikut-ikutan

Tetapi aku bersyukur
ada kamu dan aku pun
yang peduli dengan negeri
yang mencintai
yang mau membangun bangsa yang lebih baik
perbedaan bukan halangan
juga bukan masalah
tetapi sarana mempersatukan kan

Aku masih ingat kata-kata seorang teman
cinta kepada Tuhan
adalah cinta kepada sesama manusia juga
lalu aku termenung
apa yang aku lakukan untuk itu?
apa bukti cintaku kepada Tuhan?

Meninggalkan kota Bandung
di akhir pekan
kukira aku hanya dapat perkenalan dan toleransi
ternyata aku dapat semangat dan kebahagiaan
untuk menjalani petualangan hidupku

Aku harap kamu juga begitu
mari bersama-sama mencari
berkenalan dan menikmati hidup
karena perbedaan
membuat hidup ini jadi indah

Peace Train Indonesia 4,
Kota Bandung, Maret 2018

Monday, April 16, 2018

Apa warnamu?

Mari duduk di sebelahku dan aku di sebelahmu. Ditemani teh dengan gula batu kita bercerita tentang hangatnya mentari pagi yang senang kita sapa di pemberhentian.

Warna matamu biru keunguan yang diam-diam memancarkan keberanian dan kepercayaan. Untuk sebuah harapan apakah aku perlu ragu denganmu? 

Jika ada yang diam-diam mengubah warna kesukaanmu lalu meredupkan semangatmu, aku akan memanggil satu persatu kenangan tentangmu. Saat malam berganti jadi pagi dan pagi berpisah untuk malam. Waktu berubah tetapi apa untukmu aku tetap rumahmu?

Aku mencintai semua yang pernah mengubah warnaku, menambah warna cerah yang bersinar di warna abu-abuku. 

Jika dulu aku pernah ingin punya merah, aku memilih aku dengan semua warna. Cerah seperti katamu dan kelabu seperti pelukis langit yang sedang terburu-buru.

Apapun, apa saja warnaku dan warnamu. Mari tetap duduk di sebelahku dan saling mewarnai. Lalu biar saja pelangi iri karena walaupun warna kita berbeda kita tetap duduk berdampingan.

Friday, April 13, 2018

Setahun

Sedari dulu aku tahu.

Jika.

Jika sedari dulu aku tahu, maka hari ini tahun lalu aku tidak akan membalas pesanmu dan melupakan janji yang kita pernah buat di akhir tahun. Aku tidak pernah merindukanmu karena rindu hanya milik mereka yang punya cinta. Sedang yang kita punya hanya kata demi kata yang enggan berhenti dan cerita tidak jelas yang suka bergandengan tangan.

Sunday, April 8, 2018

Kekasih tuaku

Kekasihku.

Sampai putih rambut dan jarang rambutmu. Apa aku masih terlihat keren seperti dulu kamu jatuh cinta kepadaku? Badanku tidak tegap lagi dan langkahku pelan. Aku sudah sulit mendengar, pandangan mataku sering kabur tetapi belum lupa menatap wajahmu yang sudah mulai keriput. 

Kekasihku.

Rambutku pendek kadang berantakan, badanku sudah tidak seperti model bintang iklan. Suaraku melemah, gerakku lambat dan aku sudah mulai lupa di mana aku taruh kunci dan dompetku. Aku suka kelelahan karena malam berlari sebelum sempat menyiapkan makanan.

Kekasihku. Di hadapan anak-anakku ingin ku genggam lagi jemarimu dan merapihkan rambutmu. Semoga seperti doamu malam ini, untukmu semoga kita selalu bersama berbahagia.