See myblog

Another Language

Thursday, January 11, 2018

Tahun tahun berlalu

Di sebuah persinggahan.

Aku ada di istirahatmu, lelahmu, teka tekimu. Kalau gelap terlalu dingin, aku mau jadi matahari untukmu. Aku ada di ceriamu, harapanmu, doamu. Saat matahari terik aku akan jadi awan mendung bagimu.

Ada yang mengatakan, jika kita berani bertemu maka harusnya kita berani berpisah?


Thursday, December 28, 2017

Sayonara

Jika aku punya banyak waktu di di dalam hidup ini, aku akan habiskan untuk jalan-jalan untuk banyak melihat dan mendengarkan. Jika aku punya banyak kesempatan untuk tinggal bersama, aku akan habiskan hidupku dengan orang-orang terkasih. Jika aku punya banyak tanda tanya, aku akan banyak bertanya supaya aku lebih banyak tahu.

Jika aku punya banyak waktu, aku mau singgah, banyak bermain, mencintai dan bersyukur.

Jika aku punya banyak waktu, aku mau duduk minum teh hangat bersama orang-orang yang aku sayang dan berbagi cerita. Ada bersama orang yang aku sayang itu satu kebahagiaanku.

Jika aku punya kesempatan sampai kita bertemu lagi.


Wednesday, December 27, 2017

Empat hari

Aku bisa jadi mendung yang sepanjang harinya kelabu ditemani awan abu-abu. Kalau kalau kamu butuh supaya tidak terlalu gosong tangan dan kakimu.

Aku bisa jadi matahari yang terik membawa ceria atau senyuman di wajahmu yang ngantuk.

Aku bisa jadi mendung bisa jadi terik.

Bisa jadi untuk orang lain aku mendung, tapi aku bertanya-tanya untukmu aku ini apa?

Jogjakarta,
Pulang


Friday, December 22, 2017

Di kala bosan

Tidak terpikirkah jika di samping kesibukanmu kamu punya banyak waktu untuk dihabiskan dan kamu tidak bisa melakukan apa-apa yang berarti. Kuota internetmu habis, sendirian tidak punya teman seperjalanan, hujan sepanjang hari. Berjam-jam tengok kanan kiri, obrolan panjang sudah habis. Makanan sudah habis terisi ke perut yang lapar. Hanya satu yang bisa kamu lakukan.

Menonton. Menonton kasih sayang ibu terhadap anaknya di dalam kereta, anak-anak dan ibunya yang bercanda tawa, perkelahian anak-anak kecil lalu langsung disambut akrab, terlibat dalam rumpian sederhana.

Itulah yang aku lakukan di dalam kereta, menunggu tiba di mana kakiku melangkah ke kota sederhana yang tidak sesederhana dulu.

Jogjakarta.