See myblog

Another Language

Saturday, December 16, 2017

Tanpa syarat

Aku ingin bersama denganmu.

Tidak peduli dengan kota yang sangat sibuk dan riuh, membuat kita melupakan satu hal. Menikmati waktu.

Ingatkah kapan terakhir kamu duduk dengan obrolan di temani roti dan teh hangat? Hujan turun tidak kamu caci maki, tapi malah aku syukuri karena aku bisa berlama-lama denganmu. 

Aku ingin bersamamu tanpa syarat, tanpa aku harus berpura-pura, tanpa kamu harus jadi orang hebat, tanpa kamu harus bisa membawaku tinggal di rumah mewah. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu. Duduk, melamun, berlari ditengah hujan. Atau sekedar menunggu hujan untuk reda, lagi lagi, supaya aku punya banyak waktu bersamamu.

Tidak perlu khawatir aku bisa kamu ajak naik gunung atau pantai terserah pilihanmu. Aku bisa diajak hujan hujanan dan panas-panasan. Kalau suka mengeluh aku minta maaf, tapi aku tidak berniat menyinggung.

Aku tahu waktu tidak selamanya untuk kita. Pertemuan, perkenalan, perpisahan adalah momen biasa yang hampir setiap hari masing-masing kita, manusia, merasakannya. Hanya saja kamu tidak usah repot juga mengatur akhir dari cerita kita.

Waktu. Ia akan dengan sendirinya menyaksikan kaki kita terus berjalan bersama atau dengan luntang berjalan berlawanan arah. 

Aku tidak mau merepotkanmu. 

Sebuah buku punya ceritanya masing-masing.

Bukumu.

Aku penasaran, apa isi bukumu tentang aku?

Jakarta,
Bumi dengan langit yang kelabu

Thursday, December 14, 2017

Hari Rabu

Di titik ini aku akan bertanya, apa ini akan benar apa itu boleh, apa begini baiknya, seharusnya begitu. Selalu ada tanda tanya dan penyesalan, selalu ada kata yang tidak bisa disampaikan karena selalu ada ruang untuk berjauhan. Kebingungan dan kebimbangan. Masa depan yang abu-abu, yang sulit untuk aku ukir jadi hitam atau si putih.

Tenanglah hatiku. Tenanglah hatiku. Karena sesungguhnya aku tahu tidak ada yang bisa memberikan aku ketenangan yang lebih baik dari mata terpejam, tangan yang aku lipat dan mulut yang mengucap doa.

Kiranya Tuhan memberkati langkah kecil kita masing-masing. Asal berjalan bersama dengan Tuhan, asal aku menggenggam erat tanganNya aku tidak takut. Kabut akan hilang dan di ujungnya ada harapan dan masa depan yang indah.

Jakarta,
Apa yang kamu khawatirkan?

Thursday, December 7, 2017

Penantian

Di kehidupan ini ada banyak hal yang membuatmu bertanya-tanya. Pertanyaan yang kamu kejar tapi belum tentu kamu menemukan jawabannya sekarang. Atau lima tahun lagi.

Atau sepuluh tahun lagi.

Jika memang harus menunggu mungkin itu waktunya untuk kamu belajar bersabar. Bila kamu ingin cepat-cepat nanti kamu menyesal nanti.

Aku percaya pada keajaiban. Aku percaya pada harapan dan penantian. Karena hal yang baik layak untuk ditunggu.

Wednesday, November 29, 2017

Jingga hari ini

Hidup bukan cuma teruntuk untuk mengisi pagi hingga malam tidur berselimutkan mimpi. Waktu tidak mau menungguku untuk singgah. Ke mana langit dengan jingganya menelan detik sebelum malam. 

Tapi aku tidak peduli. Saat ini aku ingin singgah.

Duduk di pangkuanmu. Ceritakan langit dengan kesehariannya, atau hujan saat ia ingin jatuh ke bumi?
Atau bau-bau hujan saat kamu menyentuh dedaunan yang hijau?

Berada di dalam pelukanmu.
Aku tenang, tidak ada ruang untuk kecemasan atau semangkuk rasa bersalah.
Aku punya ribuan malam untuk bermimpi. Aku punya ratusan angan untuk aku gapai.
Jika hidupku masih menjadi sebuah tanda tanya bagi orang lain, atau hanya sebuah abu-abu di atas hitam atau putih. Keraguan jadi temanku saat malam, bukankah itu jadi teman semua jiwa?

Bukan hanya aku yang takut kan. Aku bukan satu-satunya. Bukan hanya aku yang pernah jatuh cinta. Bukan hanya aku yang rindu semesta. Bukan hanya aku yang berbohong demi kebaikan. Bukan hanya aku yang lamban. Bukan hanya aku yang berdoa untuk meminta Ia tidak pernah pergi dariku.
Aku sama dengan ribuan jiwa yang meminta dan ribuan raga yang terlelap tiap malam.
Kita sama-sama bertanya.

Siapakah aku?
Siapakah kamu?
Di manakah aku nanti?
Di manakah kamu nanti?

Sebuah perjalanan yang aku ujungnya aku tidak tahu sekarang. Hanya coba lihat nanti, di ujung sana Ia menungguku untuk bersama-sama. Kamu menjadi saksinya ya?

Karena bukankah doa dan kerja keras akan dilihat olehNya?

Jakarta,
Bersamamu Jingga