See myblog

Another Language

Friday, July 21, 2017

Akhir pekan

Kupikir-pikir lagi. Rasa-rasanya hidup bukan sekedar memenuhi wish list. Aku ingin itu, ingin beli ini, ingin jadi ini, ingin seperti itu. Terlalu lelah kalau aku harus mengejar semua standar yang di ukur.

Dibanding itu, aku lebih rela memilih sebuah hidup yang sederhana, tapi aku juga takut. Takut lupa untuk berjuang.

Sebentar saja.

Bawa aku ke persinggahan, sebentar saja. Seperti pos kecil yang memberi ruang untuk beristirahat saat aku mendaki gunung.

Dekapkan aku dengan keberanian juga kesederhanaan. Kegigihan tapi tetap beristirahat. Kesabaran tapi juga dengan ketegasan. Impian tapi gak egois.

Terakhir, dengan kerendahan hati dan ucapan syukur.

Jakarta,
di akhir pekan

Thursday, July 6, 2017

Doa yang kuantar di malam hari

Pernahkah hanya kamu yang terbangun di malam hari? Ketika yang lainnya sudah tertidur dan berselimut mimpi.

Pernahkah kamu yakin seyakin-yakinnya atau ragu seragu-ragunya akan suatu hal? Di masa manusia membuka matanya, di masa itu juga manusia tidak bisa mengerti banyak hal. Yang terlihat mungkin hanya lima meter di depannya, sisanya abu-abu.

Atau pernahkah kamu ingin tertidur lelap karena lelah pikiranmu, tapi pikiran ini seperti berlari dan perasaanmu mengacaukan semuanya. Lagu menari, histori kembali semuanya menjadi satu yang menyerang dirimu.

Aku tidak tahu apapun, tidak pernah sekalipun aku tahu. Di gelapnya lampu kamarku, hanya aku yang tahu bagaimana aku berdoa dan isakan tangisku.

Katanya perjumpaan untuk perpisahan, dan perpisahan mengajarkan untuk menghargai kenangan.

Bila malam baik kepadaku, biarkan aku tertidur. Maafkan segala kesalahanku, dan biarlah bintang malam ini mendoakan keberadaan kita, di mana pun kita berada.

Jakarta,
Cerita di malam ini

Sunday, July 2, 2017

Kunang-kunang

Kalau kusebut kunang-kunang, artinya ia harus berani bersinar. Entah bagaimana alam itu berperan, proses kimia yang dihasilkan oleh si kunang-kunang begitu indah, dia memancarkan hampir 100 persen cahaya dari proses tersebut, lebih hebat daripada lampu.

Kalau ditemani kunang-kunang, rasanya aku akan puas bermain ditengah kegelapan, di sebuah desa sederhana yang langkahnya pelan yang bicaranya lebih santai, dan hatinya lebih lapang. Gelap tidak jadi lubang besar yang siap menerkam aku, bukan pula jadi luka hati yang tersimpan rapih.

Ragukah kamu ketika kegelapan, ketidakpastian, kebingungan, dan misteri itu di sekelilingmu.

Lelahkah kamu menjadi terang kecil yang mungkin kamu tidak akan sadar kalau bisa saja kamu terancam?

Atau kamu sekedar memilih untuk menikmati terang, yang tanpa peduli, siapapun, apapun yang mengganggumu, kamu akan terus memilih jadi kunang-kunang?

Kecil, rapuh, tetapi punya satu keinginan.
Bercahaya.


Jakarta.

Wednesday, June 28, 2017

Menerka jawab

Aku mencari jawaban dari sudut pandangmu. Bergumul dalam penantian dan berdoa demi sebuah kebahagiaan.

Apalagi apa yang kamu cari, apa yang kamu rasa hilang itu bisa kamu temukan di tempat yang lain. Rasanya sulit untuk berpikir, karena bukan hanya hati yang harus turun tangan.

Selintas saja. Coba cari tau. Bagaimana kamu menemukan Tuhan, dirimu sendiri dan pasangan hidupmu nanti.

Jernihkan kepala dulu. Biarlah semuanya menjadi satu kata yang tidak berhenti mengirim sinyal dari pada hati dan pikiranmu, sendiri.

Bali ke Jakarta