See myblog

Another Language

Sunday, September 16, 2012

andai mengerti itu ada

aku ingin mengerti maksudmu
mengerti saat kau melupakan kata-kataku
mengerti saat kau meninggalkanku dalam diam
mengerti saat kau ada bersamaku tetapi aku sendiri

aku ingin mengerti maksud tatapanmu
aku pun ingin kau mengerti tatapanku
aku yang hanya mampu bersua dalam tangis
aku yang hanya mampu bersua dalam doa

lelahkah kau melihat sosok hitamku
yang makin menjadi jadi
aku layangkan maafku
dan penyesalan pun muncul
karena aku lupa hidup tak semudah janji

dimana kah kau saat aku ingin berlari
karena sudah cukup aku berlari terlalu lama
sudah cukup aku bersembunyi terlalu lama
bukankah lebih baik menghilang daripada setengah nampak?

aku tak mengerti maksudmu
ketika hanya membiarkanku dalam sebuah kata yang kau impikan
menyuruhku menuggu sesuatu yang tiada akan terjadi
bukankah ada kalanya sesuatu mustahil?

aku tak mengerti maksudmu
ketika yang kuinginkan bukan tegur sapa
tetapi lebih dari itu
yang kuinginkan adalah kata-kata
dari mulutmu
dari hatimu

apa kau sadar membuatku menangis begitu lama
aku tak sanggup berkata-kata
karena yang ada hanya sesak tertinggal
yang tertinggal dalam kesempurnaan

aku berseru memohon
biarkanlah waktu menyaksikan segalanya
bukankah segala sesuatu akan baik
dan segala sesuatu pasti akan buruk

tiada yang salah dari sebuah keputusan
namun biarkan aku terus melangkah
mendaratkan semua pikiran kosongku
mendaratkan semua impian kecilku
bukankah terlalu tega membunuh sesuatu tak bersalah?
ia hanya menemaniku untuk hidup

kemanakah sang penghubung antara kau dan aku?
tergeletak kah ia?
atau bersembunyi di ujung hati kau dan aku?
sehingga hati ini tiada akan pernah bersatu?

hanya satu yang aku ingi kau mengerti
buktikan kata-kata
maka itu bukan hanya ucapan
namun hidup dan kenyataan

No comments: