See myblog

Another Language

Thursday, September 13, 2012

walau riuh

Walau riuh yang menemani aku akan tetap melangkah
dan walau riuh bukanlah milikku biarku tetap berjalan
mengapa detikmu berlalu seakan aku ada dibelakang
mengapa rupamu berlalu seakan aku ditinggalkan

kau kurindukan
dikala setiap hembusan
dikala setiap kata yang terucap
bukankah untukku hidup adalah bersamamu
dan bukankah mati setelah aku mengenalmu

untuk semua itu bukankah sudah kupertaruhkan
membiarkan riuh bersama kau dan aku
berteman dalam ramainya kata-kata
bersahabat dengan ramainya harapan
untuk itulah aku menghitung hari-hariku

kumohon tetaplah bersamaku
karena biar riuh itu hilang
bukankah kau dan secerca harapan tetap bersamaku?

No comments: