See myblog

Another Language

Saturday, July 6, 2013

Everything inspire us

Baru aja saya selesai nonton film judulnya Dear John,

Cerita yang saya pikir akan berakhir bahagia seperti cerita romance biasa. Pemain perempuan dan laki-laki bersatu. Tapi ternyata dugaan saya salah. Pada akhirnya perempuan itu memilih hidup dengan orang yang ia peduli dan anak lelakinya yang autis yang butuh kasih sayang seorang ibu. Sang laki-laki, sangat kecewa, belum lagi pekerjaannya sebagai army yang membuat awalnya mereka sangat sulit untuk bertemu dan harus berkiriman surat. Laki-laki itu tinggal bersama ayahnya juga yang sangat jarang komunikasi, sampai pada akhirnya saat ia tertembak di bahu dan detik sebelum black out, dia hanya mengingat yang terakhir ada di bayangannya, yaitu ayahnya.

Cerita ini banyak membuat saya terkesan, terkadang hal-hal yang menurut pikiran manusia akan sejalan dengan rencana, bisa mudahnya berubah karena waktu. Belum lagi antara laki-laki dan perempuan yang saya pikir akan bersatu, ternyata takdir bisa memisahkan mereka untuk bersatu, tetapi tidak untuk hati mereka. Takdir tetap merekatkan untuk tetap bertemu beberapa bulan, tahun berikutnya. "I'll see you later, soon."

Disisi lain, cerita ini mampu menunjukan bahwa tanpa komunikasi pun, sebenarnya banyak memberi arti kalau seseorang mau peka dan belajar peduli. Dan sedikitnya komunikasi tidak berarti tidak menyayangi, setidaknya itu yang saya tangkap dari hubungan laki-laki itu dengan ayahnya, peneliti koin.

Terakhir, saya melihat bahwa si perempuan ini sanggup membuat keputusan bijak ditengah kesulitan yang diambil. Kadang mencintai tidak harus memiliki, dan ia membuat saya mengerti. Ada hal-hal yang lebih penting untuk di pilih, walau pilihan tidak akan selalu menyenangkan. 

Saya belajar banyak hal, kadang hidup hanya perlu dijalani seperti air yang mengalir. Ada kalanya saat ia melewati bebatuan, ia terombang ambing, berbelok, terbentur batu, mengikis yang ada disekitarnya,  belajar melepas untuk membiarkan sebagian dari dirinya menguap, menghidupi sekitarnya, dan akhirnya sampai ke lautan luas. Dimana ia akan menjadi satu dengan lautan. Indah.

Jakarta, my holyday, bedroom,
6 Juli 2013

No comments: