See myblog

Another Language

Friday, January 31, 2014

Thankyou, brother.

Lalu...
Aku menjerit dimana Tuhan saat masalah itu datang lalu mencekam aku?
Tapi aku lupa
Diluar sana ada yang berjuang
Menjerit bukan karena hal kecil
Tapi memohon Tuhan untuk nafas yang selama ini sanggup aku nikmati.

Aku bangun lalu menatap segala rencana yang ingin kulakukan
Tapi aku lupa
Diluar sana ada yang menyerahkan semua kepada Tuhan
Memohon rencanaNya bukan rencananya sendiri.

Aku marah dengan perjuangan memperjuangkan sesuatu
Tapi aku lupa
Diluar sana ada yang memperjuangkan dengan harapan.
Memohon melipat tangan dan memandangMu.

Aku mencari-cari hal duniawi
Mempermasalahkannya lalu hidup dengan kekhawatiran
Tapi aku lupa
Diluar sana ada yang menaruh iman yang luar biasa kepadaMu.

Aku menyakiti orang-orang disekitarku hanya demi diriku sendiri
Aku marah, aku egois, aku berdusta
Tapi aku lupa
Diluar sana ada yang menyayangi orang lain lebih dari dirinya sendiri.

Rest in peace, and let me call you brother.




Jakarta, 31 Januari 2014
In memoriam.
I dont know why but you are really my inspiration.
I will always learn from you.
Your smile, kindness, and courage always stay in my heart.



No comments: