See myblog

Another Language

Monday, July 28, 2014

Go

Untukmu, aku tak lupa caranya menyimpulkan senyum
Aku juga masih ingat rasanya berbunga-bunga
Kamu tahu, aku masih tahu rasanya memimpikan sosokmu tiap malam
Lalu sampai pulas menyatu dan bertemu kamu dalam mimpiku
Kamu tahu, aku masih merindukan namamu
Sama halnya aku menantikan sosokmu
Aku tak melewatkan satu hariku tanpa menyebut namamu dalam doaku
Mungkin...
Hanya saja aku yang akan tahu
Rasanya harus menghancurkan
Rasanya harus diam
Rasanya harus berlari
Rasanya harus keluar
Rasanya harus tersenyum
Aku merindukanmu
Seperti pungguk yang merindukan bulan
Ataupun tanah yang merindukan hujan
Tetapi...
Siapakah aku bagimu?

No comments: