Kasih.

Lalu sang Pencipta menurutku tidak pernah lupa.
Ia selalu ingat kapan membangunkan aku tiap pagi.
Ia selalu tepat waktu mengingatkanku untuk sarapan.

Lalu sang Pencipta bagiku tidak pernah tertidur.
Ia menemaniku saat malam aku tidak bisa memejamkan mata.
Ia menemaniku mengerjakan goresan kecil di kertas yang besar.
Ia menemaniku berbaring diranjang saat malam itu aku menangis.

Lalu sang Pencipta menurutku tidak pernah sibuk.
Ia memanggilku setiap saat, saat aku berdiri di dalam bis,
saat aku berjalan atau berlari tergesa-gesa.
Ia mendengarkanku saat aku lelah bercerita dengan alasan.

Lalu sang Pencipta bagiku tidak pernah gagal.
Ia bertepuk tangan saat hasil karyaku tidak seindah karya orang lain.
Ia memelukku saat aku tidak mau lagi mendengar kritikan.
Ia memujiku saat aku mulai meragukan diriku sendiri.

Lalu sang Pencipta untukku bertindak.
Ia disebelahku bukan menanyakan aku di mana.
Ia ikut mengantarkan aku di saat aku butuh penyertaan bukan sekedar tebengan.
Ia menemaniku terus sampai aku menyadari Ia selalu ada untukku.

Lalu sang Pencipta bagiku romantis.
Ia tahu kapan saatnya menghiburku,
Ia tahu waktu yang tepat untuk menegurku,
Ia tahu bagaimana membelai rambutku,
Ia tahu saatnya aku merindukan pelukan.

Karena Ia adalah Kasih.

Comments