See myblog

Another Language

Friday, August 15, 2014

Control Z dulu

Hari ini aku mau bagi cerita, karena masa depan aku ga tau.
Gimana tentang masa lalu saja?

Aku di lahirkan di Jakarta, orangtua juga lahir di Jakarta. Jadi setiap lebaran aku selalu melirik orang yang punya kampung halaman, lalu yang keluar "Asik ya mudik ke kampung halaman."
Dan tarangg, lebaran tahun ini aku ke Solo, memang bukan kampung halamanku sih, tapi aku jadi berasa punya kampung halaman.
Terus kalo ketemu orang di jalan ngelihat aku celingak-celinguk.
"Dari mana, Mbak?"
"Jogja, Mas."
Cengegesan.

Kalo di tanya hobiku sekarang, aku dengan sedikit bangga campur malu menjawab "Tidur."
Tapi jangan lupa dengan senyuman cengengesan, biar diampuni karena jawabannya ngawur.
Tapi ini bener, buktinya hari ini aku bangun pagi, ga telat masuk kantor, ngantuk pun ditahan dengan cadangan air minum dan toilet, ga tidur di kantor beneran, dan....
"Dateng jam segini, telat bangun ya?"
"Nggrid, gimana tidurnya enak?"
"Aku lihat kamu jalan jadi ngantuk."
"Balik kamu? Kamu ga tidur di kantor aja?"

Hobiku dari kecil yang aku tahu adalah menulis. Ini beneran, jadi dari SD sekitar 9 tahun itu aku suka menulis, tapi memang buku diary yang ceritanya tentang cinlok dan cerita naksir anak kecil. Aku inget banget pas musim banjir parah kira-kira umurku 13 tahun. Saat aku bangun tidur, di bawah tempat tidurku air menggenang, aku melihat boneka kura-kuraku mengapung. Sedih, tapi bukan itu inti ceritanya.
Aku kaget karena ingat buku diaryku masih di lemari dengan apiknya, dan kerendam air.
Setelah aku cek banyak tulisannya yang hilang karena aku seneng nulis pake bolpen tinta. :(

Aku anak terakhir dari tiga bersaudara, kami semua sekarang tumbuh jadi gadis-gadis dengan cita-cita masing-masing. Amin. Dari kecil aku senang di dongengin, aku inget banget kami punya banyak koleksi boneka, lengkap dengan nama-namanya. Kakakku yang suka kasih nama ke boneka itu, dan dia dengan mahirnya bercerita tentang sebuah kerajaan Apel dan kerajaan Bebek.
Ini serius, ada lagunya loh.
Ada pula kisah cinta Chirippa si domba putih yang dapet peluh keringat bermain TimeZone, dan Uwung si burung kecil yang bulet dan imut. Kisah cinta itu ceritanya bertempat di Mexico City, dekat Samudera Pasifik. Coba di cek di peta apa bener begitu?

Dulu, aku paling seneng ngikutin gaya. Kalo kakakku bergaya pakai sepatu merah dengan centilnya, aku ikutan pakai sepatu hitam dengan sok centilnya. Kalo kakakku bergaya punk and rock dengan gitar plastiknya, aku ikutan bergaya kampung dengan soknya.
Jujur, aku suka meniru. Ini kebiasaan yang kadang bisa merugikan. Karena keasikan meniru jadi lupa untuk berkreatif.

Terakhir, aku punya impian kalo udah besar mau tinggal di luar Jakarta. Mungkin Jakarta memang bikin kangen, tapi aku mau lihat yang lebih damai dari Jakarta. Yang lebih ramah dari Jakarta.
Kalo memang Jakarta ngangenin, kan bisa nengok ke atas.
Kata orang "Langitnya saat kamu di manapun kan tetap sama."

Malam, Jogja.

No comments: