See myblog

Another Language

Wednesday, September 3, 2014

Ini kamu

Entah kapan aku mulai mencari dan akhirnya aku mengerti jawabannya. Yang terjadi hanyalah pertemuan dan bukan, sama sekali bukan apa-apa.

Aku membuntutimu lalu aku pun mencontohmu. Bagaimana rasanya menatap langit kalau kangen, bagaimana itu memohon doa, bagaimana bersabar, bagaimana menggunakan tangan kanan, atau bagaimana berlaku yang baik.

Atau beberapa protesmu mengenai jaketku, sepatuku, atau kuku ku yang kamu anggap panjang, cara minumku atau posisi sendok yang salah.

Atau perbuatanmu yang akhirnya membuatku bertanya-tanya, membuatku membalas kebaikanmu tanpa pikiran apa-apa, bagaimana aku terpesona dengan hati dan caramu.

Maka aku mau mengucapkan terima kasih padamu yang sudah mengubah cara pandangku, yang sudah mengubah hatiku yang kelabu, yang sudah mengajarkan banyak hal untuk aku simpan baik-baik.

Maka aku akan mendoakanmu, membiarkan air mataku menetes, dan menghitung waktu sampai aku akan kembali pulang.

Maka kamu baik-baik disini. Biarlah kamu tetap menjadi kamu, yang buatku seperti bintang yang bersinar saat gelapnya malam. Biarlah kamu tetap kamu, yang pernah aku kenal dan akan selalu aku kenang.

No comments: