See myblog

Another Language

Saturday, September 20, 2014

Talang (Sita Gilang)

Maaf. Karena kamu terlihat bosan, maka aku mengulurkan tanganku.
"Aku Sita."

Pertemuan singkat itu membuat Sita merindukan tempat ini. Tempat pertama kalinya, Sita bertemu Gilang. Gilang berbeda dari Sita, Sita berbeda dari Gilang.

"Lang. Kenapa ya Tuhan itu hebat banget bisa ciptain bintang yang katanya infinitive, manusia yang jumlahnya kayak titik-titik sangking banyaknya. Atau buyut dari bilion detik yang aku, kamu udah alami. Kenapa ya, Lang kira-kira?"
"Karena kalo bintangnya cuma satu, langit yang luas ditemenin siapa? Kalo manusianya cuma kamu dan aku, nanti ga berlaku lagi kata jodoh, atau kalo waktu cuma sebentar, kamu puas?"

Perkataan singkat itu membuat Sita merindukan tempat ini. Tempat pertama kalinya Sita tidak bertanya tentang Gilang.

"Ta, kamu tahu alasan manusia itu hidup?"
"Tau dong, Lang. Eh, aku ralat deh. Kalo manusia hidup aku ga tau, tapi kalo Sita hidup, Sita tau alasannya."
"Apa itu, Ta?"

Pertanyaan singkat itu membuat Gilang merindukan tempat ini. Tempat pertama kalinya Gilang tidak bertanya tentang Sita.

"Lang, makasih ya buat hari ini. Ini helm nya."
"Sama-sama. Aku pulang dulu ya, Ta."

Perpisahan singkat itu membuat Gilang merindukan tempat ini. Tempat terakhir kalinya Gilang bertemu Sita. Sita berbeda dari Gilang, Gilang berbeda dari Sita.

Maaf. Karena kamu terlihat gelisah, maka aku membalas uluran tanganmu.
"Gilang."

No comments: