See myblog

Another Language

Saturday, October 4, 2014

Jangan lupa, lepaskan.

Aku tak peduli. Aku juga gusar, aku lelah. Mengapa, langit, coba jawab aku.
Ya, ya, walaupun aku tahu, kamu tidak akan menjawab apa-apa. 
Mengapa setiap yang dijumpai akan menghilang?
Lalu, apa suatu saat nanti langit akan mempersatukan perpisahan itu?

Jawablah aku. Temani aku dalam pertanyaanku.
Lalu ingatkan aku untuk berjalan, karena tidak ada gunanya terhenti termangu.
Tidak ada gunanya terhenti lalu mencoba memahami.
Sebuah rahasia. Biarlah hanya jadi sebuah rahasia saja.

Jakarta.

No comments: