See myblog

Another Language

Tuesday, December 9, 2014

Aling sayang

Langit sudah waktunya untuk membangunkan mentari, namun sayangnya ia masih kelabu. Dan kelabu itu sayangnya tidak berujung pada senyuman. Aku mendapatimu lemah.

Minumlah, Aling, supaya dengan begitu aku harap kamu kembali kuat. Atau kuselimuti kamu supaya kamu merasa hangat. Tapi siapa yang tahu, aku mengelus dan menina bobokanmu dalam genggaman ringanku. 

Sore ini, lagi-lagi Nala sendiri. Mengapa kita belum sempat mengambil foto, kenapa aku juga terlalu sibuk sampai hujan mungkin mengguyur kepalamu, dan kucing mengganggu ketenanganmu. Nala mencarimu, ia tidak bisa tenang di dalam rumah, mungkin menunggu kamu pulang. Nala juga tadi bersuara, tumben ya, biasanya cuma kamu yang bercerita. Kamu burung tangguh Aling, ga pernah sedikitpun takut kalau tanganku mengganggu rumahmu untuk memberimu makanan.

Tahu tidak Aling, tadi ayah membuatkan Nala, dan dua sodaramu tempat berteduh. Padahal aku sudah bilang dari dulu untuk dibuatkan. Lalu, ibu juga membelikan pisang yang manis untuk makananmu. Tapi, sudah terlambat, hanya madu yang manis yang mengantarkan kamu untuk bisa terbang lebih tinggi hari ini.

Tahu tidak Aling, aku berjanji supaya aku lebih menyayangi Nala, dan dua saudaramu yang belum sempat aku beri nama. Kamu sudah mengisi semangat dan hariku. Membangunkan aku lebih pagi tanpa ngedumel, memberi minum, menuangkan madu, atau sampai memelihara ulat hongkong untuk makananmu. Menonton kamu makan, minum, dan terbang, atau saat malam kamu tidur bersama Nala. Atau, ingatkah kamu aku menggambar kamu di buku sketsaku?

Tahu tidak Aling, gumamku adalah membuat kepergianmu itu menjadi semangat untuk menyelamatkan burung-burung yang terlantar. Atau mungkinkah, kalau kamu lihat sekarang, sore sedikit lebih lama untuk membiarkan jangkrik di pohon mencarimu, capung bergerombol seakan menyampaikan salam perpisahan, kepadamu, yang sudah bebas dan bahagia.

Rumahmu akan selalu teringat kamu Aling. Tatapan saat aku pertama kali menjumpai kamu, atau saat kamu bernyanyi saat aku membawa kamu ke rumah baru. Kamu akan selalu ada di hati Nala, aku, dan seluruh yang mengenal kamu.

Selamat jalan Aling sayang.

No comments: