See myblog

Another Language

Tuesday, December 23, 2014

Tidak perlu.

"Pertanyaan bodohku, atau kepura-puraanku. Tingkah lakuku, atau keegoisanku. Kebohonganku dan ketakutanku."
"....."
"Maafkan aku. Karena aku terlalu cengeng. Aku terlalu banyak tidak tahu, hanya saja, aku janji aku akan mendoakanmu."
"Basi!"
"Iya maaf, memang basi."
"Lalu sekarang apa?"
"Ucapan saja sampai waktu mungkin berani mempertemukan kita lagi."
"Bisa ya dan tidak."
"Mungkin tidak. Kamu pasti lelah kan. Sudah ya, apa yang tidak harus menjadi tidak akan terkabulkan. Karena tidak akan selamanya menyapa tidak."
"Tidak mau atau tidak bisa?"
"Menurut kamu?"

No comments: