See myblog

Another Language

Saturday, February 28, 2015

Boleh aku tahu namamu?

Kamu seperti ceritaku.

Kamu tahu? Untuk apa hanya memandang saja? Aku resah jika ada kesempatan kamu malah menatapku. Matamu tidak bisa bicara, tidak berkata-kata dan tidak mengenalkan diri. Lalu untuk apa?

"Aku Gilang." Kalau-kalau butuh basa-basi, kenapa tidak yang lain.

Maka aku akan membalasmu. "Aku Sita." Kalau aku butuh membalas basa-basimu, aku sanggup.

Tapi kamu tidak.

Untungnya Gilang, wajahmu sempat aku perhatikan baik-baik. Karena aku tidak tahu, kapan aku akan bertemu kamu lagi.

Untungnya kamu sempat memanggilku. Sehingga lidahku tidak kelu, dan suaramu samar-samar memecahkan keheninganku.

Jika pada akhirnya kamu memilih berjalan menjauh tidak apa. Hanya saja kamu lupa memberitahu kapan kamu akan menemuiku lagi.

No comments: