See myblog

Another Language

Sunday, February 15, 2015

Undefined.

Aku tidak tahu seperti apa aku suatu saat nanti. Apakah bentukku elok atau aku hanya seperti tembikar pecah belah yang saat dipajang, aku, bukan siapa-siapa.

Aku tidak tahu seperti apa aku di pandang nanti. Apakah aku akan di elu-elukan atau aku hanya seperti angin, yang kalau pelan terabaikan atau kalau aku berlari aku dihina-hina.

Aku tidak tahu seperti apa aku di ingat. Apakah aku hanya bertahan seperti sepasang sepatu mungil yang kalau tidak berguna lagi akan disisihkan? Aku tidak tahu seperti apa aku berguna. Tidak tahu rasanya apa aku sudah mengambil peran, seperti hujan saat musim kemarau, atau matahari saat musim hujan.

Aku tidak tahu apakah aku sudah ada tepat pada waktunya? Tidak tahu apa aku bisa menangis saat ia menangis, aku bisa tertawa saat ia tertawa. Atau saat ia menangis, aku memberikan bahuku untuk ia melepas beban. Aku tidak tahu. Atau mungkin saja, aku tidak meringankan, aku tidak berbuat apa-apa.

Aku tidak tahu apakah aku sudah ada tepat pada tempatnya? Hanya saja mungkin aku terlalu jauh dari tempatku.

Aku tidak tahu apakah aku sudah tepat menjadi aku? Bukan sekedar menyenangkan orang, bukan karena ingin ini dan itu, bukan karena siapa aku dahulu, bukan karena apa-apa. Kalau saja tanpa embel-embel ini lalu itu, bukan karena kamu lalu mereka, siapa aku?

No comments: