See myblog

Another Language

Wednesday, October 14, 2015

Hancur

Mungkin ceritaku akan terus seperti ini. Setiap kali aku bercermin untuk semangat, yang ada aku disapa oleh kebodohan, ketakutan, caci maki. Karena kalau bukan itu apa lagi yang menjadi warna dan makanan keseharianku?

Terlalu banyak kecewa dan sakit hati, bukannya aku mau menyalahkan keadaan, bukan pula sok mengasihani diri sendiri. Mereka itu ada kalau mereka ingin, atau saat rumah hanya untuk fisikku berlindung. Aku lelah, badanku seakan remuk dan semangatku berbaring tidur di bebatuan yang tajam. Ke arah mana aku harus berjalan atau di mana lagi tempat aku untuk bersembunyi sampai aku bisa mengasihi diriku sendiri. Bukan mengasihani.

Biarkan saja aku tergeletak sepi, dihembus oleh angin, dan dirintik oleh hujan. Aku sendiri tapi hatiku akan tenang. Atau remukkanlah saja badanku, biarkan menyatu dengan debu dan tanah.

No comments: