See myblog

Another Language

Thursday, November 19, 2015

Buku cerita satu warna

Aku sudah lama memimpikan jemari yang merekatkan cerita. Jemari yang kuat memegang yang lemah. Seperti jembatan yang kokoh dibangun oleh puluhan orang, tapi lupakah dengan satu ulah bisa hancur seluruhnya.

Kelak jemari kita akan menghapus satu persatu aksara, walau telinga kita akan memperdengarkan bunyi-bunyi yang terselubung. Seperti bulu yang berterbangkan, aku memilih menjadi kumpulan debu yang akan tersingkirkan jika harapan musnah.

Kita sudah memiliki tungkai yang kokoh untuk saling menopang, mulut yang saling berkaitan untuk memimpikan dunia kita seperti buku cerita satu warna.

No comments: