See myblog

Another Language

Sunday, February 14, 2016

Senja di hati kelabu

Senja tidak pernah seoren ini, sosoknya terlalu bulat sampai susah untuk aku kenali. Lagipula, langit biru yang jadi latarnya mulai malu-malu dan berganti warna. Menjadi lebih coklat, lebih senja. Lebih aku suka.

Kalau saja senja berani menyapaku di ujung malam. Mungkin aku sudah berlomba-lomba untuk mengeja namamu dalam hatiku. Tidak untuk sekali, atau sekedar cerita yang berujung.

Aku ini hanya anak kecil yang melepas alasnya untuk belajar berlari, menaikkan tinggi sebuah layang-layang, bermain dengan angin, belajar bermimpi, dan menyayangi kenyataan. Tanpa tahu akan lecet mengenai kerikil, kehilangan layang-layang, terbangun dari mimpi dan membenci kehidupan.

Ajari aku untuk percaya, tidak akan ada senja yang terlewat untuk memukauku lagi.

No comments: