See myblog

Another Language

Monday, January 2, 2017

Tahun baru

Malam itu, hanya untuk menunggumu mengucapkan salam kepadaku, aku tidak berani untuk memejamkan mataku. Aku seperti kehilangan arah dan terlena dengan malam yang begitu sunyi dan gelap. Tidak kulihat satu pun bintang menyapa ataupun bulan yang mengajak aku bicara. Hanya gelap yang mungkin sudah menghantarkanmu untuk terlelap.

Diluar riuhnya kota berlomba memamerkan keindahan kembang api, aku menyusuri mimpiku dengan sebuah janji. Percikan kembang api meramaikan pikiranku sejenak yang tidak kunjung berhenti berlari, sedang hatiku malah memilih percaya dan damai. Sebuah janji dan sebuah harapan baru yang mengajarkan manusia untuk berhenti mengkritik. Tapi untuk ke sini, duduk menikmati langit yang berani merangkul badai ataupun memperlihatkan pelangi.

Selamat menikmati tahun yang baru.

No comments: